Seorang pemuda sedang duduk disalah satu puncak bukit disana
Memandangi pergantian siang dan malam di bumi
Menghitung pergantian waktu
Ia berkata :
Hai . . . waktu
Selama ini aku selalu bersamamu meski tak pernah menyapamu
Sekarang, ajarilah aku sesuatu!
Lalu sang waktu pun berkta . . .
Kemarin bukanlah kemarin tanpa hari ini
Hari ini adalah besoknya kemarin dan kemarinnya besok
Besok selalu setelah hari ini
Adalah sulit mengatakan "sekarang"
Dengan mengatakannya, maka "sekarang" itu menjadi masa lalu
Namun masa lalumu selalu menjadi apa adanya kamu sekarang
Dan apa adanya kamu sekarang akan menjadi masa depanmu
Jangan kau katakan hari esok takan datang
Karena ketahuilah bahwa ia akan menghampirimu
Tahukah kamu bagaimana keadaanmu di hari esok?
Pasti tidak, kecuali Sang Pengatur Waktu
Untungnya, kamu telah tahu
Bagaimana keadaanmu di hari esok
Berawal dari bagaimana usahamu di hari ini
Bumi, tempat manusia hidup ini, merupakan sebuah pesawat ruang angkasa yang sangat besar dan canggih. Betapa tidak, dengan penumpang berjumlah sekitar 6 miliar manusia, bumi ini bergerak dengan kecepatan yang sungguh sangat dahsyat yaitu lebih dari 100.000 km/jam. Kalau anda berada dalam sebuah bus yang melaju di jalan tol dengan penumpang sekitar 50 orang, barangkali kecepatannya tidak akan melebihi 200 km/jam. Kalau anda naik pesawat boeing 747 yang merupakan pesawat penumpang terbesar saat ini, kecepatannya hanya berkisar antara 900/1000 km/jam dan penumpangnya pun tidak lebih dari 600 orang. Pesawat tercepat yang di buat manusia, yaitu pesawat ulang alik, ternyata juga masih terlalu jauh untuk bisa menyamai kecepatan bumi. Kecepatan pesawat ulang alik hanya sekitar 20.000 km/jam.
Kecepatan dan kapasitas, baru sebagian kecil dari kecanggihan yang dimiliki bumi, karena tentu masih sangat banyak lagi yang lainnya, yang bahkan mungkin tak terhingga. Agus Mustofa dalam bukunya Ternyata Akhirat Tidak Kekal menyebutkan bahwa dengan kemiringan 23,5 derajat, bumi berputar pada porosnya seperti sebuah gasing. Dengan perputaran ini, memungkinkan terjadinya siang dan malam, dan belahan Kutub Utara serta Selatan berkesempatan mendapatkan sinar matahari. Selain itu, bumi kita ini juga di lengkapi dengan pasak-pasak berupa gunung yang menjadikannya tidak bergoncang. Fungsinya kurang lebih seperti fungsi timah pada velg mobil yang memberikan keseimbangan pada perputaran roda.
Bumi juga memiliki mekanisme sirkulasi air yang sangat mengagumkan. Bayangkan saja, berjuta-juta ton air terkandung dalam awan yang terbang di atas kepala kita. Air itu lantas menyirami bumi yang kering melalui proses hujan. Dan air pun terus berputar melakukan siklusnya di bumi dengan tiada henti sebagai salah satu peran dalam drama kolosal jagat raya ini.
Untuk melindungi diri dari 'serangan' benda-benda ruang angkasa, bumi pun di lengkapi dengan tameng berupa atmosfer yang terdiri atas 7 lapis. Sebagaimana kita ketahui, di luar angkasa sana terdapat banyak sekali batu-batuan yang berseliweran. Atmosferlah yang menghancurkan bebatuan yang 'menyerang' bumi. Atmosfer yang juga berputar sangat cepat karena perputaran bumi, menjadikan setiap benda langit yang 'relatif kecil' yang menuju bumi hancur lebur karena gesekan yang terjadi.
Sungguh, semua mekanisme yang ada itu tentu bukanlah merupakan suatu kebetulan. Semuanya tidak terjadi dan berjalan dengan sendirinya. Semua mekanisme itu ada yang merencanakan, menciptakan, mengatur, dan menjalankannya. Dialah Allah, Tuhan Semesta Alam. "Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui." (Q.S Al Baqarah 2 : 22)
Kalau kita sering bertanya, mengapa kita harus shalat sehari semalam lima kali? Mengapa kita harus menyisihkan 2,5 % dari harta kita? Mengapa kita bertawaf mengelilingi ka'bah sebanyak tujuh kali? Mengapa puasa ramadhan di lakukan sebulan penuh? Mengapa? Mengapa? Dan mengapa? Lantas bagaimana pula kita menjawab pertanyaan mengapa kemiringan bumi hanya 23,5 derajat? mengapa atmosfer berjumlah tujuh lapis? Mengapa planet yang beredar mengelilingi matahari hanya berjumlah sembilan? Mengapa kecepatan bumi mengelilingi matahari lebih dari 100.000 km/jam? Mengapa? Mengapa? Dan mengapa?
Kita mungkin belum atau bahkan tidak bisa mendapatkan jawaban untuk semua pertanyaan itu. Tapi, yakinlah bahwa semua itu adalah demi kepentingan hidup manusi di dunia. Pertanyaan-pertanyaan yang sudah terjawab membuktikan demikian. Semua diciptakan dan di atur oleh Allah SWT untuk kepentingan kita dalam menempuh perjalanan melintasi ruang dan waktu dalam sebuah drama kolosal jagat raya. "Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Q.S Al Baqarah 2: 29)
Today is the first day of the rest of your life
Hari ini adalah hari pertama dari sisa hidupmu
- Dale Carnegie -
Referensi :
- Agung wibowo, Muhammad. 2008. Tafakur gado-gado simpang lima. Kahfi Publishing : Solo Jawa Tengah
- Mustofa, Agus. Akhirat Tidak Kekal

