Rabu, 04 Januari 2012

Free Forever " Mother You'ar Everything "



Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur
Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya
Setelah sang Ibu mengeringkan tangannya dengan celemek
Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya :

Untuk memotong rumput 2 Dinar
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini 1 Dinar
Untuk pergi ke toko di suruh Ibu 1/2 Dinar
Untuk menjaga adik waktu Ibu belanja 1/2 Dinar
Untuk membuang sampah 1 Dinar
Untuk nilai yang bagus 3 Dinar
Untuk membersihkan dan menyapu halaman 1/2 Dinar
Jadi jumlah utang Ibu adalah 8 1/2 Dinar

Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap
Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu
Lalu ia mengambil pulpen, dan membalikkan kertasnya
Dan inilah isinya :

Untuk sembilan bulan Ibu mengandung kamu, Gratis
Untuk semua malam Ibu menemani kamu, Gratis
Mengobati kamu dan mendoakan kamu, Gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, Gratis
Kalau di jumlahkan semua, harga cinta Ibu adalah Gratis
Untuk semua mainan, makanan, dan baju, Gratis
Anakku... dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa harga cinta Ibu adalah GRATIS

Seusai membaca apa yang di tulis ibunya
Sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya
Dan berkata, " Bu, aku sayang sekali sama ibu "
Kemudian ia mengambil pulpen
Dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar: "LUNAS"

Membicarakan jasa dan pengorbanan ibu untuk anak-anaknya rasanya tak akan pernah habis. Tak heran, banyak artis, musisi, penyair, dan seniman-seniman lain menuangkan kekaguman, cinta, terimakasih, dan sayang mereka terhadap ibu melalui karya-karya yang mereka buat. Kasih seorang ibu adalah kasih yang tak berhenti dan murni abadi, demikian ungkap penulis lagu anak-anak A.T Mahmud yang di nyanyikan dengan sangat merdu oleh penyanyi cilik Tasya. Tak ketinggalan, Iwan Fals pun menuliskan pengorbanan seorang ibu yang luar biasa dalam lirik lagunya.
Kita mengenal adanya istilah mantan suami atau mantan istri, tetapi tidak akan pernah ada istilah mantan ibu. Ibu akan senantiasa menjadi ibu bagi anaknya, dan anakpun akan senantiasa menjadi anak bagi ibunya. Tak ada penghalang baik jarak, batas ataupun waktu yang bisa memisahkan hubungan itu, dan bahkan kematian sekalipun. Demikianlah islam mengajarkan bahwa ibu akan senantiasa menjadi ibu, siapapun dan bagaimanapun ibu itu. Ibu adalah ibu sepanjang masa.

1. Saat Hamil dan Menyusui
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, 'Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang Engkau ridoi; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (Q.S. Al Ahqaf 46: 15)

"Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah engkau kembali." (Q.S Lukman 31: 14)

2. Saat Usia Senja
Abu hurairah r.a berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Dia celaka, dia celaka, dia celaka, barang siapa yang mendapati kedua orang tuanya salah satu dari keduanya dalam usia lanjut atau kedua-duanya (tapi ia tidak berusaha merawat orang tuanya dengan baik), maka ia tidak akan masuk surga." (H.R Muslim)

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh sayang dan ucapkanlah, ;Wahai Tuhanku, kasihilah mereka, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil'" (Q.S Al Isra 17 : 23-24)

3. Setelah Meninggal
Abu Usaid Malik bin Rabi'ah as-sa'idi berkata, ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki dari Bani Salamah. Ia bertanya, " Wahai Rasulullah, masihkah ada cara lain untuk berbakti kepada orang tuaku sesudah mereka meninggal? "Rosulullah SAW. menjawab, " Ya, masih ada, yaitu mendoakan dan memohonkan ampun bagi mereka, menunaikan janji-janji mereka, dan menghubungkan silaturahmi kepada orang-orang yang selalu dihubungi oleh keduanya, serta memuliakan kawan-kawan dekat mereka. " (H.R Abu Daud)

4. Saat Berbuat Syirik
"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian haanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan apa yang telah kamu kerjakan." (Q.S Lukman 31 : 15)

Asma binti Abu Bakar r.a berkata, Ibuku telah datang menemuiku, sedangkan ia itu wanita musyrik pada masa Rosulullah SAW, kemudian aku minta saran kepada Rosulullah SAW. Aku bertanya kepadanya, "Ibulu datang kepadaku dan ia memintaku agar berbakti kepadanya, apakah aku diperbolehkan menyambung hubunganku dengannya? Rasulullah SAW menjawab, Ya, hubungilah ibumu." (H.R Bukhari dan Muslim)

Bakti Anak 
Dengan memperhatikan beberapa ayat dan hadist diatas, jelaslah tidak ada alasan yang bisa menjadi penyebab hilangnya kewajiban bagi seorang anak untuk berbakti kepada ibu. Betapa pentingnya berbuat baik kepada ibu, Allah pun merangkaikan perintah untuk taat kepada-Nya dengan perintah berbuat baik kepada orang tua. Selain itu, ibu pun harus didahulukan dan di utamakan dari pada bapak.

Firman Allah SWT, "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-sekali mengatakan kepada keduanya 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (Q.S Al Isra 17: 23-24)

Dalam sebuah hadist yang diriwayatka oleh Bukhari dan Muslim, dikisahkan Abu Hurairah r.a. berkata, Telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW. ia bertanya, "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak dengan kebaktianku yang terindah? "Jawab Rasul, "Ibumu." Ia bertanya lagi, "lalu siapa lagi? "Jawab Rasul, "Ibumu. "Kemudian ia bertanya lagi, "Lalu siapa lagi? " Jawab Rasul, " Ibumu. "Ia bertanya lagi "Lalu siapa lagi? Jawab Rasul, "Ayahmu."

Abdullah bin Amr bin Ash r.a. berkata, telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW, lalu memohon izin untuk berjihad (perang). Rasul bertanya kepadanya, "Apakah orang tuamu masih hidup?" Jawabnya, "Ya. "Rasulullah SAW menjawab, "Merawat mereka berdua adalah jihad." (H.R. Bukhari dan Muslim)


All that I am or hope to be 
I owe to my mother

Bagaimanapun keadaanku sekarang dan yang akan datang
Aku berutang kepada Ibuku
- Abraham Lincoln -
1809-1865


Bunda 
(Melly Goeslow)

Kubuka album biru penuh debu dan usang
Kupandangi semua gambar diri kecil bersih belum ternoda
Pikirkupun melayang dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang tentang riwayatku
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Nada-nada yang indah selalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci tlah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup rela dia berikan

Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
 Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan selalu ada di dalam hatiku


Kasih
(A.T Mahmud)

Kasih yang tak berhenti
Kasih murni abadi
Kurasakan dalam denyut jantungku
Kudengar dalam doamu
Tuhan Penyayang turunkan berkahmu
Untuk ibuku seorang
Oh Tuhan Penyayang turunkan berkahmu
Untuk ibuku seorang

Ibu
(Iwan Fals)

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas . . . . ibu

Inginku dekap dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa ku membalas . . . ibu

Ummi
(BPM)

Ummi ummi ummi seolah terdengar suara Rasulullah
Kubayangkan wajahnya ketika berucap
Menyebut namamu berkali-kali

Ibu ibi ibu di pundakmu tetesan air mata ku hapus
Di lututmu rebah jiwa lelahku
Ketika kau balaiku sirna semua bebanku

Bunda bunda bunda menjadi tua adalah kodrat kita
Kini engkau nanti aku juga
Jika Allah memberi

Ya Allah pintaku pada-Mu
Ampunilah ibu ayahku
Lapangkanlah perjalanan mereka
Di dunia dan akhirat nanti


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar